![]() |
Kisah Aminah/ Desain by Canva |
Aminah binti Wahab itulah Namanya. Seorang putri cantik. Sosok Wanita spesial sepanjang zaman yang hidup yatim sejak kecil. Aminah hidup dalam asuhan pamannya yang bernama Wahab ibn Abdi Manaf ibn Zuhrah.
Aminah memiliki kisah cinta yang unik bersama Abdullah. Putra tersayang Abdul Muthathlib. Di mana sebelum menjalin kisah rumah tangga yang romantis. Aminah harus merasakan kesedihan yang mendalam, karena Adbullah harus dikurbankan, harus disembelih di depan khalayak ramai. Hal ini sebagai nazar Ayahnya yang telah mengucapkan nazar kepada Tuhannya.
Abdul Muthathlibbernazar. Bahwa jika nanti ia memilki sepuluh orang anak maka salah satu dari mereka akan disembelih olehnya.
Namun, karena ketabahan Abdul Muthathlib, memiliki keyakinan yang kuat, beserta iman yang kuat pula. Atas izinNya Abdullah digantikan dengan seratus ekor unta.
Dari keduanyalah terlahirlah anak mulia. Sosok yang membawa cahaya keadilan, pemberani lagi jujur. Dialah Rasulullah saw., pantaslah Aminah menjadi sosok perempuan termulia, menjadi perempuan istimewa, dan tentunya perempuan sedunia akan iri padanya.
Kehidupan rumah tangga Aminah Bersama Abdullah tidak berjalan lama. Pada usia pernikahan yang masih belia Aminah ditinggalkan oleh Abdullah untuk berdagang ke Yastrib. Dalam perjalanan perdagangan itu Abdullah meninggal.
Aminah menjalani kehidupan sendiri dan tetap menjaga bayi yang sedang dikandungnya. Hingga waktu kelahiran itu datang dan Aminah melahirkan sosok mulia sepanjang zaman ialah Muhammad.
Namun, kehidupan bersama Muhammad juga tidak lama. Bunda Aminah wafat saat perjalanan pulang usai melihat kuburan Abdullah di Yastrib. Sebelum meninggal Aminah memberi pesan kepada Muhammad dan Barakah. Tiga pesan itu adalah:
3 Pesan Terakhir Bunda Rasulullah saw yang Menyentuh Hati
1. Pesan untuk Barakah
Kembali Aminah menoleh ke pembantunya, berkata dalam detik-detik terakhir hidupnya. “Muhammad, wahai Barakah. Engkau adalah ibunya yang menggantikanku. Maka jagalah dia. Kembalilah ke mekah bersamanya. Dan serahkan kepada kakeknya, Abdul Muthathlib. Bukalah lebar-lebar kedua matamu mengawasi para penjahat. Mereka yang selalu berkerumun di sekitarnya di perkampungan bani Sa’ad dan Yastrib.
2. Pesan I untuk Muhammad
Dia Aminah berkata dengan suara amat lirih “Aku titipkan engkau pada Allah, wahai anakku. Zat yang menghendakimu hidup sendirian tanpa Ayah dan Ibu semata-mata hanya hal yang diketahui oleh-Nya. Dialah Zat yang Maha Pemurah. Dan Dia akan Menjaga dan melindungimu dengan kasih sayang melebihi kasih sayang ayah dan ibumu.”
3. Pesan II untuk Muhammad
Kemudian dia menoleh ke arah anaknya lagi. Sedangkan ajalnya semakin dekat. “Tuhan telah memanggilku, anakku, dan aku memenuhi panggilan-Nya. Aku tidak bisa menundanya lagi.
Tuhan menghendaki aku berbaring dekat ayahmu untuk selamanya seperti yang aku harapkan. Maka, jangan lpakan ibumu yang di semayamkan di tengah-tengah padang pasir. Dan jangan lupakan ayahmu yang terbaring di Yastrib. Berhentilah sejenak untuk mendoakan keduanya Ketika engkau sedang berangkat ke negeri Syam dengan membawa perniagaanmu yang besar, juga saat engkau Kembali darinya.
Roh kami selalu bersamamu Muhammad. Di saat engkau pergi dan datang. Dan kami akan bahagia saat engkau berdiri di sisi kuburan dengan menyampaikan salam kepada kami.”
Setelah pesan itu disampaikan. Mulut yang fasih itu jadi katup. Tutur kata pun terputus suara yang penuh belas kasih terdiam. Aminah telah pulang kepada sang pemilik nyawa.
Itulah tiga pesan bunda Aminah yang sangat menyentuh hati. Semoga kita bisa mengambil manfaat darinya.
Posting Komentar untuk " 3 Pesan Terakhir Bunda Rasulullah saw yang Menyentuh Hati"
Trimakasih atas kunjungan Anda. Silakan tinggalkan pesan pada kolom komentar. Jika ada yang ingin ditambahkan atau ada kritikan tentang tulisan yang Anda baca. Terimakasih.