![]() |
suka menunda-nunda menulis/foto: pexels.com |
Suka menunda-nunda menulis? Semangat menulis kadang ada kadang tidak ada. Semangat menulis kadang hilang begitu saja. Namun, semangat yang hilang, motivasi yang menurun bukanlah alasan untuk kita berhenti menulis.
Kemarin saya berselancar ke akun medium miliki Ivan Lanin dalam sebuah postingan beliau yang saya baca. Saya temukan beberapa pesan yang cocok diketahui oleh para penulis yang suka menunda-nunda untuk menulis.
Suka Menunda-Nunda Menulis? 3 Pesan Ivan Lanin yang Harus Kamu Tahu
1. Tulisan terwujud dengan mulai ditulis bukan hanya dipikirkan.
Pesan ini sangat menampar bagi saya. Bagaimana tidak. Saya yang selalu berpikir keras.
Mau nulis apa ya?
tulisannya mulai dari man ayaa?
Ide tulisan kok nggk muncul-muncul?
Aduh sudah ada ide di otak tapi kenapa tidak bisa dituangkan.
Dan berbagai macam pertanyaan yang muncul dalam pikiran saya.
Berpikir banyak seperti itu bukan menjadi solusi untuk kita menulis, Malah menjadi sebuah kendala dan halangan untuk mulai menulis.
Maka, pesan yang ditulis oleh uda Ivan ini sangatlah benar. Tulisan itu terwujud kalau kita mau mulai menulis. Jika hanya dipikirkan dan ditumpuk dalam pikiran kita, kapan akan menjadi tulisan?
2. Kita bisa berpikir sambil menulis.
Berpikir itu bleh dan tidak ada larangannya. Justru kita manusia di suruh untu berpikir. Namun berpikirlah sambil action, berpikirlah sambil bekerja. Jangan kelamaan berpikir sampai kita tak jadi melakukan apa yang ingin kita lakukan.
3. Tidak usah takut. Menulis adalah perjalanan
Nah, ini dia satu penyakit penulis pemula yang sangat sering muncul. Duluan takut padahal belum memulai.
“Tulisan saya nanti dibaca nggak ya?”
"Ah, takut nanti tulisan saya jelek.”
“Tulisan saya nanti diterima nggak ya.”
“Bagaimana kalua tulisan saya ditolak.”
Berbagai ketakutan lain yang sering muncul dan membuat kita tidak jadi menulis. Jangan mau menjadi seorang yang perfeksionis, yang semua hal mau tampil sempurna. Semua usaha tentunya butuh proses.
Bayi yang berjalan butuh Latihan berkali-kali untuk bisa melakukan satu Langkah, pedagang yang berhasil pasti pernah merasakan kerugian berkali-kali juga. Nah, begitu juga menjadi seorang penulis.
Kalau ada yang mengolok, dengarkan dan abaikan. Kalau ada yang mencela sabar. Kalau tulisan tidak diterima artinya kita masih butuh belajar.
Posting Komentar untuk "Suka Menunda-Nunda Menulis? 3 Pesan Ivan Lanin yang Harus Kamu Tahu"
Trimakasih atas kunjungan Anda. Silakan tinggalkan pesan pada kolom komentar. Jika ada yang ingin ditambahkan atau ada kritikan tentang tulisan yang Anda baca. Terimakasih.